Perjalanan-Patah-Hati-yang-Mendewasakan-dan-Mengubah-Hidupku

Perjalanan Patah Hati yang Mendewasakan dan Mengubah Hidupku

Kisah Utama

Urbanwomen – Namaku Ranti, 25 tahun, karyawan HRD di Jakarta. Aku baru saja memberanikan diri mengakhiri hubungan toxic yang menjeratku. Banyak yang sudah kukorbankan demi dirinya, mulai dari pekerjaan, uang, bahkan agama. 

Kami sekantor, sementara perusahaan tempatku bekerja mengatur agar karyawan tidak saling berpacaran. Kami diberi teguran, tapi kami tak.peduli. Dia malah menyuruhku keluar saja dari perusahaan. Akhirnya aku dipecat. Ketika aku mendapat pekerjaan baru dia memaksaku resign karena aku bercerita padanya bahwa atasanku menyukaiku. Dia sangat marah, mengeluarkan kata-kata kasar. Setelah menuruti keinginanya, tiba-tiba saja dia ingin putus. Saat itu perasaanku campur aduk, aku sangat menyayanginya sampai rela menuruti semua kemauannya. Dia juga sibuk mencari perempuan lain demi nafsunya. 

Perlahan aku mulai membiasakan diri tanpanya. Tapi dia datang kembali.Dia berusaha mengambil hati ibuku yang semula tidak merestui hubungan kami. Termakan bujuk rayunya, aku terima dia kembali. Padahal yang kemudian kualami tetap sama saja. Dia punya trauma masa kecil tidak bahagia, sering dipukul oleh ayahnya. Tapi apakah aku pantas merasakan apa yang pernah dia rasakan saat kecil? Tidak. Ibuku sangat marah dan melarangku bertemu dengannya. 

Baca Juga: Setelah Bercerai Darinya, Kini Hidupku Jauh Lebih Bahagia

Aku pikir, memang aku tidak pernah bahagia saat bersamanya. Aku hanya berjuang sendirian. Aku aku terlalu berharga untuk laki-laki seperti dia. Langkah pertama untuk menjauhinya adalah memblokir nomor dan semua sosial medianya. Kemudian aku mulai terbuka pada ibuku. Perlahan, aku menata kembali kehidupanku meski butuh waktu tidak sebentar. Kini aku sudah bekerja kembali. Aku tanamkan kalimat-kalimat positif pada diriku, bahwa aku berharga, karierku bagus, aku pintar dan berprestasi. Aku sangat pantas mendapatkan laki-laki yang menghargai dan menyayangiku dengan tulus. Hal sederhana ini ternyata memberi pengaruh besar, memperbaiki diriku secara perlahan.

Perlu diingat, kamu akan sulit mengembangkan potensi, sampai kamu berani melepaskan semua orang toxic dalam hidupmu. Biarkan mereka pergi agar kamu bisa tumbuh.

Sumber: Ranti, nama disamarkan, 25 tahun di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu