Perlunya Konsensual dalam Mendukung Hubungan Intim yang Sehat

Perlunya Konsensual dalam Mendukung Hubungan Intim yang Sehat

Blog

Urbanwomen – Sebagian orang mungkin pernah mendengar istilah konsensual atau “persetujuan”  hanya dalam konteks kekerasan seksual. Padahal, kenyataannya ini merupakan percakapan yang harus dilakukan oleh pasangan sebelum mereka melakukan aktivitas seksual atau lainnya. Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui berapa pentingnya konsensual untuk menciptakan hubungan yang sehat dan langgeng.

Jadi, sederhananya konsensual adalah persetujuan yang diberikan setiap pihak ketika mereka hendak melakukan aktivitas seksual. Hal ini bisa termasuk pelukan, ciuman, sentuhan, atau hubungan intim. Kedua belah pihak harus setuju, dan persetujuan tersebut tidak hanya sekedar memberikan izin untuk aktivitas tertentu. Kedua belah pihak harus memberikan persetujuan dengan mengatakannya secara jelas dan antusias. Selain itu, hanya karena seseorang menyetujui sesuatu satu kali, itu tidak berarti mereka akan selalu setuju. Persetujuan harus diberikan setiap saat, karena seseorang selalu dapat berubah pikiran.

Mengapa konsensual sangat penting dalam hubungan

Salah satu kesalahpahaman yang paling berbahaya tentang persetujuan dalam hubungan adalah anggapan bahwa kamu tidak benar-benar perlu membicarakannya, kecuali salah satu pasangan ingin mencoba sesuatu yang baru dalam hubungan intim. Kesalahpahaman lain yang juga sering terjadi di masyarakat adalah anggapan bahwa konsensual tidak diperlukan hanya karena seseorang adalah pasanganmu.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, persetujuan dapat berubah dari menit ke menis, jadi sangat penting bagi kamu dan pasangan untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dalam semua hal yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Yah, meminta persetujuan bukan hanya sebagai tanda penghormatan, hal ini juga merupakan kewajiban dan memiliki payung hukum tersendiri. Pasalnya, setiap aktivitas seksual tanpa persetujuan bisa dikategorikan sebagai kekerasan seksual, tak peduli jika ia adalah pasanganmu. Tidak meminta persetujuan kepada pasangan mungkin dapat menyakiti seseorang yang kamu sayangi, bahkan tanpa disadari. Jadi, pastikan untuk mendapatkan persetujuan setiap saat.

Cara mengetahui seseorang memberi persetujuan atau tidak

Ketika kamu meminta persetujuan kepada pasangan untuk melakukan aktivitas seksual tersebut, maka jawabannya harus disampaikan dengan antusias, jelas, diberikan dengan cuma-cuma, aktif, dan tidak berasumsi. Saat pasangan kamu sebenarnya tidak memberi persetujuan atas aktivitas seksual tertentu, maka ada beberapa tanda yang dapat dilihat misalnya;

  • Seseorang hanya pasrah atau merasa ditekan.
  • Seseorang merasa tidak aman atau menolak.
  • Seseorang tengah dalam kondisi mabuk atau tidak sadarkan diri.
  • Seseorang yang masih dibawah umur.
  • Berada dalam posisi otoritas atas orang lain (misalnya, seorang guru, pelatih, manager, dan lain-lain).

Nah, salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah seseorang merasa tidak nyaman dengan situasi apa pun, terutama situasi seksual, adalah dengan mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang bisa diajukan antara lain:

  • Apakah ada sesuatu yang tidak ingin kamu lakukan?
  • Apakah kamu senang melakukan hal ini?
  • Apakah kamu merasa nyaman?
  • Apakah kamu ingin berhenti?
  • Apakah kamu ingin melanjutkan?

Konsensual juga tidak melulu soal seks

Meski konsensual berkaitan dengan hubungan, hal ini bukan hanya tentang kehidupan seks antara kamu dan pasangan. Ini juga berlaku tentang bagaimana kamu dan pasangan bersikap dengan mantan kekasih atau teman. Faktanya, kamu dan pasangan mungkin memiliki gagasan berbeda tentang apa yang dimaksud dengan menggoda atau selingkuh, dan kamu berdua harus isa menyetujui peran yang dimainkan orang lain dalam hubungan kalian. Jadi, persetujuan dalam hubungan bukan hanya tentang seks yang kamu dan pasangan miliki. 

Baca Juga: Alasan Mengapa Tak Perlu Takut Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Konsensual pada intinya mendapatkan persetujuan dalam hubungan secara harfiah hanya mengkomunikasikan dengan pasangan tentang sikap dan perilaku yang membuat masing-masing merasa nyaman, baik seputar seks atau bukan. Konsensual juga bisa menjadi langkah yang tepat untuk kamu dan pasangan ketika akan memulai hubungan seksual yang bijak, karena pada hakikatnya kedua belah pihak harus saling menyadari dan menyetujui.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu