Please Stop Ambil Foto Orang Tanpa Izin

Inspirasi Hati

Urbanwomen – “Privasi adalah hak asasi manusia yang melekat, dan persyaratan untuk menjaga kondisi manusia dengan martabat dan rasa hormat.” – Bruce Schneier American privacy specialist.

Di zaman modern ini, menghormati privasi dan ruang seseorang sangat penting, terutama jika kamu tidak ingin privasi dan ruang kamu terganggu. Kita memang tidak dapat menyangkal pernyataan Aristoteles bahwa “Manusia adalah makhluk sosial” dan dia tidak dapat bertahan hidup dalam keterasingan. Manusia telah diberikan hak untuk berbicara dan kebebasan membuat pendapat, oleh otoritas hukum maupun oleh masyarakat, tapi hal tersebut tentu memiliki beberapa batasan. 

Anthony Burgess menyatakan dalam esainya Homage to Qwert Yuiop, “Dibiarkan sendiri adalah hal paling berharga yang dapat diminta dari dunia modern.” Kita sebagai masyarakat seringkali melupakan garis batas kehidupan pribadi seseorang karena beberapa alasan. Menghormati privasi seseorang dapat dengan mudah ditentukan oleh garis batas rasa nyamannya sendiri. Kalau kamu menganggap dirimu cukup mampu untuk menangani masalah kamu sendiri, maka biarkan orang lain menangani masalah mereka juga. Setiap orang memiliki batas rasa nyamannya sendiri, pastikan untuk memahaminya dan memperhitungkannya. 

Tapi kita sebagai masyarakat dan netizen seringkali lupa tentang garis batas kehidupan pribadi atau privasi seseorang. Salah satu yang jarang disadari adalah masih banyak orang yang sering mengambil foto atau video orang lain dan mengunggahnya tanpa izin. Mirisnya hal tersebut dianggap hal biasa padahal tindakan tersebut bisa memberikan dampak besar dan rasa tidak nyaman bagi orang lain loh. Bahkan kalau orang yang diambil foto atau video tersebut tidak terima, ia bisa melaporkan pelaku dengan dasar hukum UU ITE pasal 32 ayat 2 UU ITE, tertulis bahwa orang lain tidak boleh menginterferensi terhadap dokumen atau informasi elektronik milik orang lain. Bahkan orang terdekat anda tidak boleh sembarangan menyebarkan foto bersama di medsos. Apabila melakukan pelanggaran bisa dituntut dengan UU ITE pasal 48, hukuman penjara minimal 8 tahun menanti pelanggar. Ditambah juga dengan denda paling sedikit Rp3 Miliar untuk penyebaran foto tanpa izin di medsos.

Baca Juga: Tidak Menghargai Privasi, Foto dan Nomor Teleponku Disebar Oleh Temanku Sendiri

Selain mengambil foto dan video tanpa izin, salah satu tindakan yang sering melanggar batas privasi orang lain tanpa disadari adalah menyebarkan informasi berita tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dahulu. Kemudahan teknologi dan trend social media yang sangat cepat membuat kita terkadang bertindak gegabah dalam menyebarkan informasi berita padahal ternyata bisa saja berita tersebut tidak benar. Dan walaupun berita tersebut bukan hoax, ada baiknya juga tidak ikut menyebarkan. Karena setiap orang bisa berubah dan tumbuh sepanjang hidup mereka. Jika berita tersebut sudah tersebar luas bisa membuat kesempatan kedua orang tersebut hilang. Memang, tidak semua perbuatan salah harus dilindungi, tetapi beberapa harus dilindungi, untuk mendorong dan memfasilitasi perubahan orang lain.

Jadi sist, yuk hargai privasi orang lain. Jangan melanggar batasan pribadi dan membuat orang lain tidak nyaman hidup di lingkungan sosial.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu