Proses Adaptasi New Normal Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Blog

Urbanwomen –¬†Benarkah proses adaptasi new normal yang sudah mulai dilakukan di tengah masyarakat dapat mempengaruhi kesehatan mental? Menurut Ida Ayu Saraswati Psikolog Klinis Bali, mengatakan bahwa proses adaptasi seseorang dalam penerapan new normal dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya. Menurutnya dalam menghadapi era new normal, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi masyarakat salah satunya adalah beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Yah, ketika mereka tidak terbiasa dengan kondisi baru yang harus dihadapi, hal itu dapat menimbulkan stres karena penolakan terhadap kondisi itu. Dalam proses penerimaan new normal, memungkinkan seseorang untuk menolak beradaptasi yang akhirnya berdampak menjadi stress. Ia juga menjelaskan bahwa dalam beradaptasi pasti tidaklah mudah, karena beberapa proses penolakan terhadap kebiasaan kebiasaan baru yang harus dijalani. Salah satunya muncul ketidaksenangan untuk menjalani kebiasaan-kebiasaan baru itu, sampai akhirnya pada tahap menerima kondisi dan mau menjalankan kebiasaan baru tersebut.

Tidak mudah menerima proses adaptasi new normal

Selain itu, proses beradaptasi setiap orang juga berbeda-beda tergantung dari persepsi dan kemampuan individu untuk menerima situasi. Menurutnya proses untuk menjadikan suatu perilaku agar menjadi kebiasaan itu butuh waktu, ada yang mudah beradaptasi dan ada juga yang lebih lambat. Ia juga menjelaskan kesehatan mental adalah kondisi yang baik tentang pikiran, perasaan, dan perilaku sehingga seseorang mampu untuk menjalani suatu situasi dan mengoptimalkan kapasitas diri yang dimiliki.

Dalam proses penerimaan new normal memungkinkan seseorang untuk menolak beradaptasi, yang akhirnya akan menjadi stres. Selain itu, kesehatan mental bukan sekedar kejiwaannya normal atau tidak, tapi kesehatan mental itu tentang kemampuan berpikir yang rasional, untuk mengekspresikan emosi yang dirasa dan berperilaku tepat dengan kondisi yang dihadapi.

Berbeda dengan kesehatan fisik yang bisa terlihat langsung, kesehatan mental tentu saja tidak mudah melihat definisi kesehatan mental karena kasat mata. Namun, sama seperti orang sakit fisik yang butuh untuk sembuh, itulah kesehatan mental. Sementara itu, terkait dengan penerapan new normal sudah banyak pihak yang membahas, hanya saja penerapannya masih belum tergambarkan secara jelas. New normal yang diterapkan saat ini masih berpusat untuk pencegahan penyebaran pandemi.

Meskipun banyak yang memandang sebelah mata tentang penetapan new normal, namun dengan adanya new normal ini lama-lama bisa menjadi gaya hidup, misalnya pergi kemanapun harus memakai masker, sehabis pegi atau menyentuh barang-barang di publik area kita harus mencuci tangan, atau langsung mandi sebelum berkumpul sama keluarga.

Baca Juga: Saatnya Memacu Karir di Era New Normal Usai Karantina

Bagaimana menurut Urbanese dengan penerapan new normal? Seperti yang sudah dikelaskan di atas tentu hal ini tidaklah mudah, namun sebagai manusia kita wajib mensyukuri segala apa yang telah kita lakukan. Karena bagaimanapun hal ini demi kebaikan bersama. Semoga hal ini bisa menjadi satu pelajaran untuk kita bahwa tidak mudah menjaga kesehatan untuk kita dan orang lain.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu