Rela-Menunda-Impianku-Sendiri-Demi-Menjaga-Harga-Dirinya

Rela Menunda Impianku Sendiri Demi Menjaga Harga Dirinya

Kisah Utama

Urbanwomen – Banyak yang bilang, masa lalu tak hanya memberikan kenangan, tapi juga bisa mengenalkanmu dengan makna kehidupan. Sebelum menikah dengan suami, aku pernah memiliki 1 mantan pacar yang sangat toxic. Sebenarnya orang sekitar sudah memberi peringatan padaku untuk tidak melanjutkan hubungan tersebut, “Biarkan dia menjadi apapun yang dia inginkan, biarkan dia pergi, kamu pantas mendapatkan orang yang jauh lebih baik.” Tidak kuhiraukan nasehat mereka, karena aku yakin bahwa pasanganku saat itu mungkin saja bisa berubah. 

Tapi seiring berjalannya waktu, setelah hampir 7 tahun kami menjalin hubungan tidak ada perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Aku berharap banyak darinya karena aku tahu dia bisa berubah, hanya saja tidak ada kemauan yang kuat. Semakin lama, semakin terlihat jelas karakter dia yang sebenarnya terutama soal harga dirinya. Aku rela menunda melanjutkan kuliah hanya untuk menjaga hatinya agar tidak sedih dan tetap percaya diri. Karena selama ini dia menganggap aku  saingannya, dan dia harus lebih baik dari aku. Tapi, memang dia tidak memiliki rasa tanggung jawab seperti diriku yang memang perfeksionis dan selalu berusaha semaksimal mungkin melakukan sesuatu, kuliah, dan gemar bersosialisasi dengan orang lain. Aku selalu mendukung dia saat kuliah S1 agar dia segera bisa bekerja, sehingga dia tidak perlu merasa rendah diri.

Kami sering berdebat soal kuliah. Aku yakin dia bisa menyelesaikan kuliahnya lebih cepat, namun dia terus mengulur waktu. Tidak niat, malas menulis skripsi, bangun sore, sering begadang, bermain game, jauh dari agama dan sikapnya yang tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar (apatis).

Karena sering bertengkar, dia sering menghindar dan pergi begitu saja. Karena sudah terlalu toxic, akhirnya aku memutuskan hubungan tersebut karena dia tidak ingin introspeksi diri. Hanya untuk menjaga hatinya dan hubungan ini, aku menunda mimpi dan beberapa rencana untuk diriku sendiri. 

Dari kisahku ini, aku mendapatkan beberapa poin, kalau bukan tanggung jawab perempuan untuk menjaga harga diri laki-laki. Pria sejati tidak pernah membutuhkannya. Zaman sekarang sudah banyak perempuan yang mandiri, baik secara pemikiran dan finansial. Jangan jalin hubungan dengan laki-laki yang hanya memikirkan diri sendiri, ingin sekali dihargai tapi dia tidak memperlakukanmu seperti itu. Maunya dituruti, tanpa melihat value dari diri kita sendiri.

Baca Juga: Aku Hampir Menikah dengan Pasangan yang Tidak Punya Pendirian

Kemudian, pikirkan lagi, tanya lagi ke diri sendiri. Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah dia pantas menjadi pasangan kita? Apakah bisa hidup dengan dia, menyamakan visi dan misi di masa depan? Apakah ini baik untuk kesehatan mental kita jika terus berhubungan dengannya? Lihat kembali, apakah hubunganmu lebih banyak sisi negatif atau positif. Lebih baik tinggalkan jika terlalu banyak hal negatif yang didapatkan, karena kita secara tidak sadar telah membuang-buang waktu dan energi kita untuk orang yang tidak tepat ini. Jangan takut, berdoa, ikhlas melepaskan dan yakinlah Tuhan akan selalu memberi yang terbaik. Mencintai diri sendiri bukanlah kesombongan, tapi kewarasan.

Sumber: Yani, nama disamarkan, 30 tahun

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu