Rumah Tanggaku DiIusik Oleh Sahabat

Rumah Tanggaku Diusik Oleh Sahabat

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Setiap rumah tangga sudah tentu menghadapi permasalahan yang berbeda, baik dari sisi internal maupun eksternal. Namun bagiku, selama suamiku tidak berselingkuh dengan perempuan lain, aku akan bertahan sebisa mungkin dengan semua masalah yang ada. Itu merupakan prinsip yang kupegang teguh sejak awal pernikahan, dan bahkan sudah kuutarakan kepada suamiku. 

Di mataku, bila suamiku bisa jatuh hati pada perempuan lain, maka artinya cintanya kepadaku sudah tidak utuh. Dan itu adalah masalah besar serta sangat fundamental. Dengan mengutarakan pandanganku kepada suami, kukira ia akan sangat berhati-hati terkait kesetiaan pada pernikahan kami. Tetapi, nampaknya tidak. Pada tiga pernikahan kami aku mendapatinya menjalin hubungan dengan Ella sahabat baikku sejak SMA.

Ella memang sahabat karibku dulu, namun sejak lulus kuliah aku sudah kehilangan kontak dengannya. Dia lenyap seperti ditelan bumi. Sampai suatu hari kami kembali bertemu di momen reuni sekolah dan saling bertukar cerita. Dia sempat bercerita sekilas bahwa kehidupannya tidak begitu baik, dia terlilit banyak utang. Dia juga meminjam uang saat itu. Di akhir pertemuan aku sempat mengenalkan suamiku yang ketika itu datang menjemput Ternyata dari sanalah petaka rumah tanggaku bermula. 

Beberapa bulan sejak pertemuan itu aku tak sengaja melihat mutasi uang dalam frekuensi cukup sering ke rekening Ella dari rekening suamiku. Barulah semuanya terbongkar. Suamiku akhirnya mengakui bahwa selama 6 bulan terakhir mereka dekat namun tidak berkomitmen apa pun. Suamiku tergoda karena merasa kasihan, sedang di sisi lain Ella menawarkan diri memberi ‘service’ lebih kepada dirinya. Ella juga tidak menuntutnya untuk meninggalkanku, jadi secara singkat bisa kusimpulkan bahwa motif tindakan Ella adalah demi uang. 

Tetapi bagaimana rasanya menghadapi kenyataan bahwa suamiku sudah berhubungan intim dengan perempuan lain? Sakit sekali. Sedangkan hanya menyimpan perasaan kepada orang lain saja aku sudah tak mampu menolerir. Apa pun itu, aku merasa sangat marah dan kecewa sekali. Terlebih ketika aku bertanya tentang apa yang kurang dariku, suamiku menjawab tidak ada. Aku pun minta cerai, tetapi tidak dikabulkannya. Aku juga memutuskan keluar dari rumah. Suamiku berusaha keras menahan, tapi tetap tidak bisa. Aku merasa sangat sedih sehingga sempat mencoba bunuh diri sampai harus dirawat di rumah sakit.

Suamiku dan Ella datang menjenguk untuk meminta maaf. Mereka menjelaskan motif masing-masing dalam hubungan mereka dan berusaha meyakinkanku bahwa tidak ada keterlibatan emosional sama sekali. Namun aku masih belum bisa memaafkan dan memilih tetap tinggal terpisah sambil menunggu gugatan cerai dari suamiku. Dua bulan berlalu gugatan itu tak kunjung datang, melainkan kabar dari ibu mertuaku yang mengatakan suamiku sakit karena terlalu sedih. Hatiku mulai tak tega, karena bagaimanapun aku begitu mencintainya.

Aku pun luluh dan mengurungkan niat bercerai. Aku melihat suamiku berusaha keras untuk tidak berhubungan lagi sedikitpun dengan Ella. Rumah tangga kami berangsur pulih. Suatu saat aku mendapat kabar di grup Whatsapp SMA bahwa Ella mengidap sakit tiroid dan membutuhkan bantuan dana untuk operasi. Mengingat kesulitan finansial Ella, sampai dia terpaksa melakukan apa saja demi uang, membuatku tergerak untuk membantu biaya pengobatannya. Aku turut memberi donasi dalam jumlah tak sedikit melalui penggalangan dana.

Meski luka yang ditorehkan Ella begitu sakit, aku tetap merasa dia adalah orang yang perlu kubantu. Aku juga tidak ingin terus-menerus menyimpan bara api kemarahan dalam dadaku, karena itu kerap kali mengusik ketenanganku. Aku harus berdamai dengan semua luka batinku agar bisa mendapatkan kedamaian di saat ini. Biarlah semua menjadi pelajaran berharga, sekaligus ujian kekuatan bagi pernikahanku. (*)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu