Mengontrak setelah menikah

Sempat Ngontrak Cukup Lama, Akhirnya Aku dan Suami Berhasil Menyicil Rumah

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku Dyna, 31 tahun, karyawan swasta, di Jakarta. Setelah menikah, aku dan suami memulai semuanya dari nol. Suami bekerja dengan status pegawai tetap. Kami kehabisan dana karena ketika menikah banyak dana yang kami keluarkan untuk pesta, dan lain-lain. Sedangkan aku belum bekerja saat itu. Sejak awal aku dan suami berkomitmen untuk mandiri, biar bagaimanapun kondisinya kami tidak ingin ikut dengan orang tua.

Penghasilan suamiku bisa dibilang cukup. Tapi, kami masih memiliki adik-adik yang harus kami biayai sekolah dan kuliahnya. Untuk tempat tinggal, kami memutuskan untuk ngontrak terlebih dahulu dengan biaya sewa 500 ribu perbulan. Karena keuangan belum stabil, sehingga belum berani untuk menyicil rumah. Kami tidak mempermasalahkan tempat tinggal, karena yang terpenting kebutuhan lainnya tercukupi. Memasuki usia pernikahan ke-1 tahun, aku mulai bekerja sebagai tenaga kontrak. Dari sini aku mulai memiliki penghasilan lebih sehingga kami memutuskan untuk pindah ke kontrakan yang lebih luas.

Kondisi keuangan kami sudah semakin stabil, bahkan kami selalu siapkan dana darurat dan tabungan. Uang yang sudah dikumpulkan bersama, kami gunakan untuk program kehamilan dan membeli sebidang tanah. Kami menyewa kontrakan dengan harga yang lebih mahal yaitu 1.5 juta. Meski biaya sewa cukup mahal, kami merasa nyaman tinggal di rumah kontrakan yang baru.

Suatu ketika, ada teman yang memberitahu, ada perumahan yang murah. Kami memang sempat berpikir, sayang sekali jika setiap bulan keluar uang 1.5 juta untuk kontrakan, jadi seandainya ada rumah yang murah lebih baik kami menyicil rumah setiap bulannya. Akhirnya, kami sepakat untuk menyicil rumah dengan membayar DP nya terlebih dahulu. Angsuran KPR hanya 1 juta perbulan dan rumah sudah jadi hak milik.

Untuk mengumpulkan DP juga bukan hal yang mudah. Apalagi aku dan suami termasuk sandwich generation. Jika hanya mengandalkan gaji tapi tidak pandai mengelola keuangan, tentu tidak cukup. Dengan KPR rumah, ada sisa gaji yang bisa disimpan. Dalam sebulan aku bisa menyimpan uang sebesar 500 ribu. Ini bisa kami gunakan untuk membeli keperluan yang lain juga.

Sebelum menikah, kami sempat membaca tentang mengelola keuangan rumah tangga, di situ ada rincian biaya kebutuhan dalam sebulan, seperti untuk zakat, kebutuhan pokok (makan, sabun, listrik, dan lain-lain), tak lupa dana darurat dan tabungan. Memang sedikit rumit, karena semua pengeluaran sudah diatur sesuai porsinya. Tapi, dari sinilah kita jadi tahu dan menghargai usaha dan kerja keras bersama.

Baca Juga: Beli Rumah vs Sewa Rumah

Dari hanya ngontrak sampai berhasil menyicil rumah, banyak perubahan yang kami rasakan. Kami rasa, menyicil rumah lebih menguntungkan ketimbang mengontrak. Karena jika mengontrak, harus bayar uang sewa sebesar 1.5 juta, sedangkan jika menyicil rumah 967 ribu saja. Sisa uangnya bisa kami alokasikan untuk keperluan lainnya. Jika mendapatkan uang THR, kami gunakan untuk finishing rumah. Kepemilikan properti rumah bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Rumah yang kita cicil, akan menjadi salah satu bentuk investasi yang menjanjikan di masa mendatang. Namun, memang tanggungan biaya perawatan pasti jauh lebih besar. Terutama jika ada perbaikan kerusakan karena pemakaian. Kini aku dan suami sedikit lega karena sudah memiliki rumah sehingga kedepannya kami tidak perlu memusingkan tentang tempat tinggal.

Pertimbangkan baik-baik untung rugi antara mengontrak dengan menyicil rumah, sesuaikan dengan pemasukan. Hindari bersikap hedon, lebih baik uang yang didapat dialokasikan untuk mempersiapkan masa depan termasuk jika ada rencana ingin menyicil rumah. Dalam jangka panjang, memang membeli rumah lebih menguntungkan daripada mengontrak. Tapi keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi pastikan kamu mempertimbangkannya sesuai dengan kemampuan sebelum membuat keputusan ya.

Sumber: Dyna, 31 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu