Semua Pengorbananku Dibalas dengan Pengkhianatan

Semua Pengorbananku Dibalas dengan Pengkhianatan

Kisah Utama

Urbanwomen – Usiaku 30 tahun, belum menikah, kini sedang menjalankan bisnis online.  Menjalani hubungan jarak jauh selama 4 tahun tentu tidak mudah. Dia adalah pacar pertamaku. Sosoknya yang baik dan perhatian membuatku jatuh hati padanya. Saat itu, aku banyak menghabiskan waktu di Bali untuk kuliah sekaligus bekerja. Memberanikan diri merintis karir di sana. Awalnya hubungan kami baik-baik saja. Karena selama 3 tahun tidak bertemu belum terlihat seperti apa sifat aslinya. Tiap bertengkar awalnya dia begitu sabar tidak emosional. Selalu menghubungiku walau hanya sekadar memberi kabar. 

Setelah 3 tahun menjalani hubungan, kami bertemu. Dia menyuruhku mengunjunginya ke Malang. Aku sempat ragu saat itu, karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Terlebih karirku sedang menanjak. Sempat terjadi perdebatan antara kami. Di satu sisi, aku tak ingin meninggalkan pekerjaan ini tapi takut dia marah dan mengakhiri hubungan ini.

Bahkan aku sampai memilih resign bekerja dan menyusulnya ke Malang. Aku kesampingkan karir dan panghasilan. Setelah pertemuan kami, mulailah terlihat sifat aslinya. Hanya baik di virtual saja ternyata, dia mulai tidak peduli. 

Selama 2 bulan dia tidak pernah memberi kabar, alasannya karena sedang training di Jakarta. Awalnya aku memakluminya, semakin lama dia berubah. Jenuh, menjadi alasan utama katanya. Tak habis pikir, hanya karena itu dia sampai tidak peduli, tidak menghargai perjuanganku. Saat dia tidak memiliki pekerjaan, akulah yang membantunya untuk mencarikan lowongan pekerjaan, dan meminjamkan uang. Banyak hal yang sudah kulakukan demi dirinya. 

Tingkahnya semakin aneh, banyak perubahan pada dirinya. Pernah sesekali menanyakan padanya soal pernikahan. Karena selama 4 tahun dia tak pernah sekalipun membicarakan hal itu. Tapi ternyata dia belum siap menikah, karena masih banyak tanggungan keluarga katanya. Lagi-lagi aku terima alasannya itu. Tapi ternyata itu bohong, ternyata dia berselingkuh dengan wanita lain. Sadar, jika selama ini aku hanya dijadikan sebagai pelampiasan. Sudah banyak yang terbuang sia-sia selama menjalani hubungan dengannya. Menghabiskan waktu, uang, dan karirku juga hancur karenanya. 

Akhirnya hubunganku berakhir. Sempat merasa terpuruk, tidak percaya diri, sakit hati sekali sampai pergi ke psikiater. Tapi aku sadar, masih memiliki orang tua, keluarga yang begitu peduli padaku. Aku putuskan untuk bangkit, mencari penghasilan agar keuanganku stabil kembali. Merintis karirku dari nol. Kini aku membuka usaha berjualan online

Baca Juga: 6 Tips untuk Menjaga Cinta Tetap Hidup Dari Pasangan Tertua di Dunia

Jika suatu saat dia ingin kembali, aku tidak akan pernah mau menerimanya lagi. Sudah cukup bagiku membuang-buang waktu selama  4 tahun. Setelah kejadian itu, aku menjadi tegas pada diri sendiri dan tidak takut untuk melepaskan. Pernah dekat dengan seorang pria, dia mengatakan “Kok kamu udah umur segini belum nikah? Terlalu banyak milih-milih sih”. Saat itu juga aku bertengkar dengannya, tidak peduli lagi apakah dia marah atau tidak. Kuputuskan untuk tidak melanjutkan dengannya. Tidak ada untungnya mencoba jalani hubungan dengan pria seperti itu. Aku pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik, diriku sangatlah berharga.

Sumber: Yuna, nama disamarkan, di Jawa

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu