Sering Diabaikan Orang Tua Ketika Kecil Mempengaruhi Hubungan Asmaraku Ketika Dewasa

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku Fifi, 27 tahun, freelancer, di Jawa Barat. Dari kecil, kedua orang tuaku sibuk bekerja sehingga jarang sekali mereka memiliki waktu untukku. Hanya beberapa kali saja mereka bertanya tentang kegiatanku. Mereka hanya menyuruhku belajar tanpa mengetahui bahwa aku juga ingin banyak bercerita pada mereka. Pernah ketika aku berhasil mendapat nilai yang cukup bagus, kedua orang tuaku justru masih saja merasa kurang puas, bahkan dibandingkan dengan anak lain yang memiliki nilai lebih bagus. Aku merasa kesal saat itu, tapi aku tidak memiliki kesempatan untuk mengungkapkan apa yang kurasakan.

Kedua orang tuaku memang tipe orang tua yang tegas, sehingga aku cukup kesulitan membangun kedekatan emosional dengan mereka. Terkadang, aku juga merasa harus melakukan semua hal sendiri. Ketika aku beranjak dewasa, aku sadar bahwa orang tuaku sering mengabaikanku ketika aku sedang merasa cemas akan suatu hal. Seperti, saat aku bicara tentang cita-citaku mereka seperti tidak tertarik. Ketika aku menangis karena meminta sesuatu, orangtuaku hanya menyuruhku untuk berhenti menangis tanpa menanyakan terlebih dahulu penyebabnya.

Karena sering diabaikan oleh kedua orangtua, ternyata ini membawa pengaruh ketika aku menjalani hubungan asmara. Aku menjadi orang yang cenderung tidak peka terhadap pasangan. Apalagi, dulu aku suka sekali mengontrol pasangan. Aku jarang sekali bertanya tentang bagaimana perasaannya padaku, apakah dia merasa nyaman atau tidak. Dulu, aku suka sekali mengontrol dia dalam hal apapun itu. Semua sosial medianya aku harus mengetahuinya, dengan siapa saja dia berkomunikasi.

Mungkin karena ketika kecil aku sering kali mengalami penolakan, sehingga ketika menjalin hubungan dengan pasangan aku cenderung menjauhi keintiman, sulit menyampaikan perasaan, berujung sering menyembunyikan perasaan. Meski aku suka sekali mengontrol pasanganku, tapi aku tidak suka jika dia mengontrol kehidupanku juga. 

Karena komunikasi kami semakin buruk satu sama lain, akhirnya setelah sekitar 2 tahun berpacaran dia mengungkapkan semua yang dirasakan. Dia tidak nyaman jika aku terus mengontrol dan sangat tertutup padanya. Dia merasa bahwa selama ini hanya dia yang terbuka, sedangkan aku cenderung menutup diri. Banyak hal yang tidak dia ketahui tentang diriku, termasuk bagaimana orang tua mengasuhku waktu kecil. 

Karena pertengkaran itu, aku memberanikan diri berterus terang padanya bahwa sejak kecil aku terbiasa diabaikan oleh kedua orangtuaku. Mungkin ini ada kaitannya dengan hubunganku saat ini. Mulai dari sinilah, aku belajar bagaimana mengatur komunikasi yang tepat dengannya. Biasanya, aku akan mengatakan bahwa aku membutuhkan waktu dan proses agar bisa merasa nyaman dalam hubungan ini. Dengan begitu, memudahkanku agar lebih bisa terbuka dengan pacarku dan tidak egois.

Baca Juga: Memiliki Hobi Menjadi Sumber Kebahagiaan Tak Ternilai untuk Diriku Sendiri

Setelah membutuhkan waktu yang cukup lama dan aku mulai merasa nyaman pada pasangan, aku menjadi lebih terbuka padanya. Meskipun perlahan-lahan. Masih ada beberapa hal yang belum bisa aku katakan, karena khawatir dia tidak menghargaiku.  Karena aku masih memiliki ketakutan terhadap penolakan, khawatir jika dia akan melakukan hal yang sama seperti kedua orang tuaku dulu. Aku juga menjadi kesulitan untuk menerima kritikan dari orang lain. Namun, demi memperbaiki hubungan dengan pacarku, perlahan aku belajar untuk menerima kritikan agar bisa mengevaluasi diri.  Sampai saat ini hubungan kami menjadi jauh lebih baik, meskipun tentu masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Pola asuh orang tua memang bisa mempengaruhi hubungan asmara ketika dewasa. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa diubah, apalagi ketika kita memiliki pengalaman buruk ketika kecil. Namun, akan selalu ada kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan bersikap lebih dewasa. Jangan jadikan pengalaman buruk ketika kecil menjadi alasan untuk tidak mau mengubah diri ke arah yang lebih baik.

Sumber: Fifi, 27 tahun, nama disamarkan di Jawa Barat

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu