Kecemasan-dalam-diri

Sering Merasa Takut Ditinggal Orang Terdekat, Ada yang Salah Pada Diriku

Kisah Utama

UrbanWomen – Namaku Ayu, 22 tahun, mahasiswa, di Jawa. Sejak kecil diriku kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Ini membuatku terbiasa memendam sendiri tentang apa yang sedang aku rasakan. Tidak ada tempatku untuk bercerita. 

Sejak SD hingga SMA aku dijauhi, diabaikan, bahkan bisa dibilang diasingkan oleh teman-teman. Salah satu kejadian yang paling aku ingat adalah ketika kelas 8 SMP, aku dipindahkan di tempat duduk paling pojok belakang, sendirian, di mana teman-teman didepanku semuanya laki-laki. Kejadian tersebut benar-benar mempengaruhi kondisi psikologisku hingga sekarang. Keadaan menjadi semakin sulit dengan kehilangan sosok ayah dari hidupku selamanya. 

Aku memiliki kecenderungan merasa takut untuk ditinggalkan (abandonment issue). Hal ini berawal ketika salah seorang teman mengatakan bahwa ada beberapa sikapku yang membuatnya kurang nyaman, salah satunya adalah terlalu bergantung dengan teman. Aku meminta teman-temanku untuk terus-menerus chatting denganku saat aku melaksanakan malam keakraban dengan teman-teman organisasi mahasiswa daerah. Pengalaman pahit karena di-bully secara tidak sadar membuat aku mengalami issue ini.

Jujur, aku pribadi merasa jika di dunia ini tidak ada orang yang dapat menerimaku apa adanya. Jangankan hubungan dengan pria, berinteraksi sosial dengan teman biasa saja kadang aku merasa masih belum bisa melakukannya secara normal. Awalnya, aku menyalahkan orang-orang yang menjauhiku, bertanya kenapa mereka tega, tidak menganggapku teman, bahkan berperilaku jahat kepadaku. Setiap berada di lingkungan baru, aku selalu berpikir “mereka membicarakan aku di belakang enggak ya?”

Saat kuliah, aku memiliki teman dekat. Tetapi hal ini justru malah membuat aku ketergantungan dengan mereka. Tanpa disadari, sikapku yang seperti ini ternyata menyebarkan energi yang negatif pada mereka. Aku terlalu menggantungkan perasaan nyaman pada kehadiran orang lain, padahal seharusnya perasaan nyaman seharusnya adalah tanggung jawab pribadi.

Ada satu kejadian di mana aku merasa bahwa benar-benar ada yang salah dengan diriku. Ketika aku melaksanakan magang, salah satu staff di tempat magang lebih dekat dengan temanku. Dari diskusi panjang yang aku lakukan dengan temanku, di situ aku menyadari bahwa salah satu akibat lain dari abandonment issue yang aku miliki adalah ketika mencari perhatian dengan cara menyela pembicaraan dan menaikkan intonasi. Aku tidak tahan jika orang lain menganggapku tidak ada di sekitarnya. Dan aku merasa memang tidak seharusnya mereka memperlakukanku seperti itu. 

Semakin aku mempelajari tentang abandonment issue, semakin aku menyadari bahwa ada yang salah dari diriku dan harus segera aku perbaiki. Seperti bagaimana aku menjadi people pleaser, selalu struggle dengan insecurity, dan yang paling utama sulit untuk mempercayai orang lain. Aku ingin menjadi diri sendiri, dan memiliki kesadaran bahwa I am ok, so are the other.

Baca Juga: Suami Jarang Menafkahiku, Karena Merasa Aku Bisa Mencari Uang Sendiri

Aku semakin paham bahwa hubungan yang sehat, dengan siapapun itu juga dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri terlebih dahulu. Selalu ada faktor dari dalam diri yang membuat kita sulit terlepas dari hubungan toxic, dan bisa jadi aku sendirilah yang menjadi penyebab hubungan yang tidak sehat tersebut karena abandonment issue yang aku miliki. Kesadaran ini yang membuat aku termotivasi untuk selalu berusaha memperbaiki diri. Jika aku boleh memberi pesan pada pembaca, aku berharap kalian tidak menjadi korban ataupun pelaku dari tindakan bullying, barangkali ketika melakukan bullying kepadaku teman-teman hanya menganggapnya sebagai bercandaan. Tetapi nyatanya hal itu memberi dampak yang massive pada kehidupanku. So, let’s build a healthy and warm environment to get better generation. 

Sumber: Ayu, 22 tahun, di Jawa

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu