Still Alice, Sosok Wanita Cerdas Penderita Alzheimer

Still Alice, Sosok Wanita Cerdas Penderita Alzheimer

Film/Hiburan

Siapa nih di antara Urbanesse yang suka dengan film bergenre drama? Ada rekomendasi film drama independen Amerika 2014 yang Urban Women rekomendasikan, berjudul Still Alice.  Diangkat dari novel best seller karangan Lisa Genova yang terbit pada tahun 2017. Film Still Alice disutradarai oleh Richard Glatzer dan Wash Westmoreland, dibintangi oleh Julianne Moore, Kristen Stewart, Alec Baldwin, Kate Bosworth, serta Hunter Parish. 

Film ini menceritakan tentang sosok wanita cerdas bernama Alice Hawland. Ia merupakan seorang psikolog kognitif dan juga ahli linguistik terkemuka. Kehidupannya terlihat sempurna, karena selain karirnya yang bagus ia juga memiliki kehidupan rumah tangga yang bahagia. Alice memiliki suami yang sangat perhatian dan juga 3 anak yang sudah sukses. Terlihat sempurna ya, Urbanesse?

Namun dibalik kehidupan yang nyaris sempurna ini, kehidupan Alice tiba-tiba berubah total ketika ia dinyatakan menderita Alzheimer. Di awal cerita, Alice sudah merasakan ada yang aneh pada dirinya. Dia menjadi sering lupa, bahkan sulit mengucapkan kata-kata. Alice beberapa kali berusaha untuk kembali mengingat beberapa kata dengan bermain game kata tapi tetap saja dia tak bisa mengingatnya. 

Merasa tingkat kepikunannya semakin meningkat, Alice akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri dan mendapat fakta jika Alice yang menginjak usia 50 tahun, sudah menderita alzheimer. Kehidupannya menjadi berubah drastis. Tapi dia tetap tidak pernah menyerah dengan kondisi saat ini. Alice berujuang keras untuk bisa menerima perubahan hidup, entah itu dalam menjalani karir atau hubungan keluarganya. Ketika sakit, dukungan dari keluargalah yang membuat Alice semakin tegar menerima kenyataan.

Adegan yang membuat saya terharu sekaligus kagum, ketika Alice harus tampil untuk berpidato dalam acara Alzheimer’s Association. Jauh hari sebelum berpidato, ia memberikan tanda stabilo pada teks pidatonya agar Alice tidak lupa batas kalimat yang sudah ia utarakan. Alice tetap berjuang keras, karena mengalami degradasi kinerja otak.

Elizabeth Bishop pernah menulis sebuah puisi: 

“Ada seni pada kehilangan dan menguasainya tidaklah susah. Demikian juga banyak yang mengandung niat untuk kehilangan sehingga hilangnya bukan musibah.’ Aku bukan penyair. Aku orang yang hidup dengan penyakit Alzheimer. Dan sebagai orang itu, aku belajar banyak tentang seni kehilangan setiap hari.”

Melalui film ini, kita dapat mengetahui betapa sulitnya menjalani kehidupan sebagai seseorang yang menderita alzheimer. Dimulai dari tak bisa mengingat kata demi kata, tak bisa mengingat apa yang baru saja dilakukan, tak bisa mengingat tempat, dan yang paling memilukan adalah kehilangan semua kenangan. Dan ketika itu terjadi, dukungan dari keluarga itu sangat penting. Film ini juga mengajarkan kita untuk belajar menerima apapun yang terjadi, karena kehidupan itu dinamis. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi kepada kita nanti. Seperti film Still Alice ini, kehidupan Alice berubah drastis ketika ia menderita al zheimer. Padahal, sebelumnya dia adalah  sosok wanita cerdas. 

 “Aku dulu orang yang tahu banyak hal. Sekarang tak ada orang yang meminta pendapat atau saranku. Kadang aku merindukan masa-masa itu.  Aku dulu selalu penasaran tentang suatu hal, mandiri, dan percaya diri. Aku rindu rasanya dibutuhkan. Aku rindu hidupku dan keluargaku”. 

Tak ada salahnya juga ketika kita menjadi lebih mawas diri dengan mengetahui cara yang tepat untuk mencegah Alzheimer sejak dini, seperti dengan menjaga pola hidup sehat. Selain itu, tentu saja masih banyak hal-hal yang menyentuh dan makna yang bisa kamu ambil dari film ini. Jadi, untuk Urbanesse yang menyukai film bergenre drama, saya sangat merekomendasikan film ini.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu