Notice: fwrite(): write of 571 bytes failed with errno=122 Disk quota exceeded in /home/urbanwom/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 43
Stop! Jangan Katakan Ini Pada Korban Kekerasan Seksual – Urban Women
Korban kekerasan seksual

Stop! Jangan Katakan Ini Pada Korban Kekerasan Seksual

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Saat ini, siapa saja bisa menjadi korban kekerasan seksual. Jika kita melihat kondisi yang terjadi, memakai baju apapun dan di tempat yang (kita pikir) seaman apapun, resiko terjadinya kekerasan seksual tetap sama besarnya. Sungguh miris ya, sister! Menjadi korban kekerasan seksual tentu bukan hal yang mudah namun sering kali, disadari ataupun tidak, kita mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan atau menyalahkan korban. Padahal mungkin maksudnya untuk menghibur atau sekedar basa-basi. Please, jangan katakan hal berikut pada korban kekerasan seksual ya!

“Masa sih?”

Bayangkan ketika kita mengalami hal yang menimbulkan trauma mendalam dan akhirnya berani bercerita namun respon orang di sekitar justru meragukannya. Berhenti mengatakan kalimat-kalimat yang bersifat meragukan cerita korban karena mampu bercerita saja pasti sudah berat untuk mereka. 

“Pakaian apa yang kamu pakai?”

Mengatakan kalimat semacam ini sama saja dengan menyalahkan korban. Biasanya kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat semacam “makanya jangan pakai baju begitu!”, “siapa suruh pulang malam!”. Sungguh aneh ketika korban disalahkan karena perilaku biadab manusia lain yang sama-sama punya kontrol penuh atas hawa nafsunya. 

“Kok diam saja? Kenapa sih kamu gak melawan?”

Kalimat ini mungkin mudah diucapkan karena kita tidak berada dalam posisi mereka. Faktanya, dalam ilmu psikologi, ada 3 respon yang bisa terjadi ketika seseorang dalam bahaya yaitu lari, melawan atau diam. Respon diam atau freeze response ini yang banyak terjadi pada korban dan membuat tubuh terasa tidak dapat digerakkan untuk melawan. Selain itu, tidak adanya upaya perlawanan bisa diakibatkan oleh ancaman yang dilakukan oleh pelaku. 

“Sabar ya, ini udah takdir”

Bagaimanapun kekerasan seksual bukan hal yang patut diwajarkan. Selain itu, tidak ada seorangpun yang ingin memiliki takdir seperti itu. Alih-alih mengatakan hal ini, lebih baik katakan kalimat yang mampu menguatkannya, tekankan bahwa korban tidak sendirian dan ia tetap pribadi yang berharga. 

“Ah gitu doang!”

Berdasarkan pemantauan Komnas Perempuan, ada 15 bentuk kekerasan seksual yang bisa terjadi. Sayangnya beberapa korban kekerasan seksual sering kali diremehkan karena terkesan “cuma gitu doang” padahal hal-hal seperti siulan, main mata, ucapan bernuansa seksual, sentuhan di bagian tubuh, isyarat dan gerakan yang bersifat seksual bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual karena menimbulkan perasaan tidak nyaman. Apapun bentuknya, semuanya menyakitkan, menimbulkan trauma dan tidak boleh ditolerir!

Baca Juga: Banyak Kasus Viral, Indonesia Darurat Kekerasan Seksual

“Kok baru lapor sekarang?”

Perempuan dianggap sebagai simbol kesucian dan kehormatan, karenanya ia kemudian dipandang menjadi aib ketika mengalami kekerasan seksual, misalnya perkosaan. Korban juga sering disalahkan sebagai penyebab terjadinya kekerasan seksual. Ini membuat perempuan korban seringkali bungkam (Komnas Perempuan). Banyak korban kekerasan seksual yang harus mengumpulkan keberanian untuk melaporkan hal yang menimpa dirinya. Tentu bukan sesuatu yang mudah untuk melawan rasa takut dan trauma. Belum lagi pandangan masyarakat yang kerap memberikan label tertentu terhadap korban kekerasan seksual

Sister, mari bersama-sama lindungi korban kekerasan seksual. Tugas kita adalah mendukung mereka agar mampu melewati ini semua dan bangkit kembali. 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu