Tanpa Disadari, Aku Mengorbankan Kebahagiaan Diri Sendiri

Tanpa Disadari, Aku Mengorbankan Kebahagiaan Diri Sendiri

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Aku 23 tahun, sudah bekerja. Sewaktu masih kuliah aku berpacaran dengan senior di kampus, Doni namanya. 

Baru berpacaran 6 bulan Doni sudah membuatku kesal karena dia menciumku ketika kami sedang berada di rumah kontrakannya. Sebelum berpacaran aku sempat bercerita pada ibuku dan menunjukkan foto Doni. Ibuku menyatakan keraguannya dan menyarankan untuk tidak berpacaran dulu. Mungkinkah itu firasat? Punya pacar sebelum Doni aku tidak pernah mendengar ibuku berkomentar demikian.

Sementara aku tetap berpacaran juga dengan Doni, diam-diam. Mulai muncul banyak masalah. Dia mulai banyak melarang ini-itu. Tapi, entah kenapa, aku tidak menyadarinya. Padahal aku jadi jauh dari teman-teman, terutama teman cowok karena Doni sangat pencemburu, selalu cek HP-ku, dan banyak larangan lain yang membuatku tidak bebas. Beberapa teman sudah menasehatiku. Aku malah tetap mendukung Doni dan tidak terima dia dijelek-jelekkan. Tak hanya itu, aku jadi malas beribadah seperti Doni. Aku juga jadi sering menentang ibuku, bahkan sampai sering tidak pulang, hanya karena ibuku tidak merestui hubungan kami. Doni sendiri malah melampiaskan amarahnya padaku karena meerasa dihina oleh keluargaku. Setelahnya, dia memutuskan hubungan denganku. Bodohnya, aku memohon agar dia menarik kembali omongannya. Tapi Doni berkata bahwa aku dan keluargaku adalah sampah baginya. 

Selama 2,5 tahun akhirnya aku sadar Doni juga parasit dalam kehidupanku. Aku mulai belajar mencintai diri sendiri. Aku minta maaf pada teman-teman dan keluargaku, terutama ibuku karena sudah banyak berbohong. Sekarang aku menemukan sosok laki-laki yang jauh lebih baik, dan yang terpenting dia selalu mendukung hal positif yang kusukai, tidak mengharuskan aku menghubunginya setiap saat, dan dekat dengan keluargaku. Rencananya kami akan segera menikah.

Baca Juga: Dua Kali Terjebak Dalam Hubungan Beracun

Dari pengalaman itu aku belajar bahwa melepaskan bukan berarti menyerah. Putus hubungan bukan akhir segalanya. Melepaskan terkadang bisa menjadi cara mendapatkan kembali kebahagiaan kita. Kini aku tak ingin mengorbankan diri sendiri lagi.

Sumber: Anonim

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu