Terus-Mencari-Pembenaran-Atas-Perilaku-Kasarnya-Padaku

Terus Mencari Pembenaran Atas Perilaku Kasarnya Padaku

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku 27 tahun, belum menikah, seller online shop. Pacar pertamaku tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Ketika aku sedang berusaha menyembuhkan luka dan mencoba menerima kenyataan, muncul seorang laki-laki yang lebih perhatian dan terlihat dewasa, seperti pahlawan yang datang untuk menguatkanku dari patah hati. 

Kubiarkan dia masuk ke dalam hidupku. Dia penuh perhatian, dan selalu mendengarkan keluh kesahku. Tapi itu hanya di awal-awal saja. Semakin lama, dia mulai mengaturku. Beberapa kali dia menyerangku dengan kata-kata yang merendahkan. Tapi bukannya marah, justru aku merasa beruntung karena dia memilihku jadi pacarnya. Semua perlakuannya masih kuanggap normal, kuanggap demi kebaikanku. Padahal dia melarangku ini-itu, aku hanya boleh bergaul dengan orang yang dia kenal. Aku seperti tanpa arah tujuan. Aku tidak pernah membantah perkataannya, karena merasa tidak ada yang mau menerimaku selain dirinya. Aku hanya bisa diam dan menyalahkan diri sendiri.

Setelah beberapa bulan, mantan pacarku datang, menjelaskan penyebab dia menghilang dan menjauhiku. Ternyata dia dijodohkan. Tapi dia sadar, seharusnya hubungan kami perlu diperjuangkan. Dia sudah mengumpulkan uang untuk menikahiku, dan berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa akulah pilihannya yang terbaik. Kuceritakan padanya hubunganku dengan pacarku. Menurutnya hubunganku itu tidak sehat. Kupikirkan perkataannya itu, apalagi pacarku semakin kasar.  

Perlahan aku mulai menjauhi pacarku. Aku berusaha untuk bersosialisasi, meski dia marah besar karena aku sudah membangkang. Aku juga minta putus. Aku sudah sangat lelah menghadapinya. Kublokir nomornya. Butuh waktu yang cukup lama agar aku bisa move on. Tapi berkat dukungan dari teman-teman aku jadi jauh lebih baik. Aku masih berhubungan dengan mantan pacar pertamaku. Mulai membuka hati kembali, dan dia membuktikan keseriusannya untuk menikahiku. Hubungan kami sehat. Dia tidak manipulatif, tidak kasar, tidak merendahkanku. Kami saling dukung, saling mempersiapkan diri untuk pernikahan kami tahun ini.

Baca Juga: Menghadapi Pacar Yang Kasar

Jika kita ikhlas Tuhan akan mengganti dengan orang yang jauh lebih baik. Belajarlah tegas pada diri sendiri. Jika sudah tahu tidak baik, segera tinggalkan, jangan siksa dirimu sendiri.

Sumber: Meylisa, nama disamarkan, 27 tahun, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu