Tetap-Mengembangkan-Diri-di-Usia-67-Tahun

Tetap Mengembangkan Diri di Usia 67 Tahun

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Namaku Wies, 67 tahun. Banyak proses yang perlu kita lalui untuk mengembangkan diri. Aku setuju jika ada orang yang bilang mengembangkan diri tak dibatasi usia dan semua orang punya hak sama. Seperti diriku, di usiaku yang tak muda lagi saat ini aku tidak ingin hanya berdiam diri di rumah meski sudah memiliki cucu dan anak sudah bekerja. 

Aku bekerja sejak lulus SMA, lantas menikah. Kemudian aku menjadi single parent dengan 1 anak. Dari muda, aku suka sekali bekerja, tak bisa jika hanya berdiam diri di rumah. Aku sudah bekerja di majalah Gadis ketika anak berusia 1 tahun. Aku bertekad untuk berdiri di kaki sendiri. Selama 27 tahun aku bekerja di majalah itu. 

Beberapa bulan sebelum memasuki waktu pensiun aku mengundurkan diri karena merasa tidak bisa berkembang lagi. Tak ada lagi hal baru yang bisa kupelajari, apalagi aku sudah bekerja cukup lama. Setelah itu aku ingin belajar hal baru yaitu membuka bisnis makanan. Umurku 55 tahun ketika itu. Tak begitu pandai memasak, tapi aku merasa tertantang untuk mencoba. Aku memulai dengan berjualan makanan di kantin universitas ternama. Benar saja, baru mulai sudah banyak tantangan. Karena mahasiswa suka sekali makanan sehat, makanan yang kujual sempat tidak laku karena ada yang memakai santan. Pernah jualanku sangat sepi pembeli. Tapi aku tidak menyerah, dan menerima semua masukan mahasiswa makanan seperti apa yang sebaiknya kujual. Sampai pada titik jualanku ramai pembeli, mahasiswa suka sekali masakanku. Memang membutuhkan waktu yang lama agar laris seperti itu. 

Meski mendapat banyak keuntungan tapi tidak semudah itu ternyata. Ada masalah pada sistem pengelola kantin sehingga penjualanku turun drastis. Singkat cerita, mulailah putar otak kembali dan berencana untuk berjualan online. Jujur, aku sempat ragu karena aku tidak mengerti apapun tentang berjualan online, dan tidak memahami teknologi. Tapi apakah aku tidak mencobanya sama sekali? Tentu aku mencoba dan ingin tahu hasilnya. Aku mengikuti beberapa webinar online, belajar cara menggunakan aplikasi untuk berjualan. 

Memulai berjualan online pada usia 66 tahun, aku merasa sempat kesulitan menggunakan sosial media dan aplikasi. Untungnya ada mentor dan anakku yang begitu sabar mengajariku. Sedikit demi sedikit aku belajar cara mengunggah foto di sosial media, sampai akhirnya memberanikan diri berjualan lewat ojek online. Aku cukup aktif bertanya dan berdiskusi dengan pembimbing dan anakku. Awalnya, aku sampai seharian menunggui handphone-ku karena khawatir ada order masuk dan aku tidak melihatnya. Ternyata jualan online lebih memudahkan diriku untuk memperkecil modal usaha karena tidak perlu menyewa karyawan sekaligus aku bisa melakukan aktivitas lainnya di rumah. Sampai sekarang usahaku ini masih berjalan. Jika ada hal-hal yang tidak kumengerti aku tidak cuma mengandalkan anakku tapi aku sendiri harus tahu prosesnya. 

Baca Juga: Pemalu yang Belajar Mengembangkan Diri

Usia yang tidak lagi muda bukan menjadi alasan untuk sulit mempelajari hal baru di tempat lain. Rencananya, aku ingin sekali mengembangkan menu menarik lainnya untuk dijual. Dan meski tak seaktif dulu, tidak masalah jika kita mengembangkan diri secara perlahan lahan karena usia. Asalkan ada keinginan untuk tetap belajar.

Sumber: Ibu Wies, 67 Tahun, di Tangerang Selatan

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu