Tips Menghadapi New Normal dalam Bisnis. Siap untuk Bangkit?

Blog

Urbanwomen – New normal merupakan istilah yang akhir-akhir ini kian populer di tengah masyarakat Indonesia. Sebelum dikaitkan dengan Covid-19, istilah ini juga sempat populer pada saat krisis keuangan 2007 – 2008 dan resesi global 2008 – 2012. Dalam situasi new normal, artinya sesuatu yang dianggap abnormal sebelumnya, kini menjadi wajar. Situasi seperti sekarang ini membuat kita harus menghadapi new normal , artinya kita harus siap beradaptasi dengan berbagai dampak yang diakibatkan oleh Covid-19. dan karena perekonomian harus bangkit, maka bisnis pun harus mulai beroperasi kembali.

Saat ini tidak sedikit bisnis yang terkena dampak dari Covid-19 yang menanggung banyak kerugian selama PSBB. Karena pemerintah sudah berencana untuk mengakhiri kebijakan PSBB yang akan berakhir pada 4 Juni mendatang, maka sekarang saatnya untuk membangkitkan bisnis anda kembali. Mungkin di era new normal ini akan sedikit berbeda, karena masih banyak kebijakan-kebijakan yang dianjurkan pemerintah, oleh karena itu untuk memulihkan bisnis anda di tengah situasi new normal berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan.

1. Tetap menjalankan protokol kesehatan

Seperti yang kita tahu bahwa saat ini pandemi benar-benar belum berakhir. Bahkan beberapa ahli menyebutkan bahwa kita mungkin akan tetap menghadapi kondisi ini setidaknya hingga akhir tahun. Oleh sebab itu, protokol kesehatan pun harus tetap dijalankan. Untuk itu, tetap lakukan praktik physical distancing di kantor anda. Sediakan masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan untuk semua orang. Ingatkan seluruh karyawan untuk menjaga kebersihan secara rutin. Pertimbangkan kembali untuk menyediakan catering agar karyawan tidak perlu mencari makan di luar kantor.

2. Manfaatkan teknologi yang mendukung new normal

Ketika physical distancing harus tetap dijalankan, maka berbagai pekerjaan seharusnya dapat diotomatiskan. Dengan begini, komunikasi face-to-face dapat dikurangi. Saat ini sudah banyak teknologi untuk kebutuhan bisnis yang dapat membantu mengotomatiskan dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis anda, seperti akuntansi, penjualan, pembelian, inventaris, dan banyak lagi.

Memanfaatkan teknologi seperti sekarang ini dapat membantu bisnis anda beradaptasi dengan situasi new normal dengan lebih mudah. Anda dapat memonitor pekerjaan karyawan anda tanpa harus berada di ruangan yang sama dengan mereka. Setiap karyawan yang diberikan hak akses dapat saling berkolaborasi menggunakan satu platform yang sama tanpa harus bertatap muka.

3. Temukan peluang bisnis baru

Mencari tahu apakah kira-kira ada peluang bisnis baru yang dapat anda ambil. Ketika pandemi, memang banyak bisnis yang kehilangan peluang, namun tidak sedikit juga bisnis yang justru mendapatkan peluang baru. Saat ini, anda harus bisa beradaptasi dengan perilaku konsumen yang telah berubah. Tanyakan pada diri anda, adakah solusi yang kira-kira bisa anda tawarkan kepada klien atau pelanggan anda, terutama untuk membantu mereka menghadapi kesulitan pasca Covid-19.

4. Menjalin kembali hubungan dengan klien/pelanggan

Selama PSBB, komunikasi dengan klien atau pelanggan menjadi berkurang atau mungkin bahkan putus sama sekali. Nah, kini saatnya anda untuk menjalin kembali komunikasi dengan mereka. Anda juga perlu memastikan tim anda untuk mem-follow up pertanyaan-pertanyaan prospek yang belum sempat dijawab, sehingga dengan langkah ini kita bisa tetap terjalin komuni yang baik dengan klien.

5. Mengedepankan pelayanan yang lebih ramah dan peduli terhadap pelanggan

Apapun bisnis yang kita jalani, keramahan dan kepedulian terhadap konsumen adalah poin utama. Jika jauh sebelum pandemi ini datang anda sudah menerapkan hal ini pada bisnis anda, kini di era new normal sebaiknya tingkatkan kembali keramahan dan kepedulian anda terhadap pelanggan. Mengapa demikian? Karena situasi saat ini sedikit berbeda, dimana banyak orang yang ingin diperhatikan lebih, namun ada pula yang tidak peduli dengan pelayanan bisnis anda, maka dari itu, keramahan sangatlah penting dalam pendekatan pada konsumen di era pandemi seperti sekarang ini. Berilah pelayanan terbaik dan selalu perhatikan kebutuhan konsumen.

6. Jangan memanfaatkan situasi dan kondisi

Tips terakhir mungkin banyak para urbanese yang setuju akan kondisi tersebut. Yah, selama pemberlakuan PSBB kita tidak mudah untuk keluar rumah bahkan untuk membeli sesuatu kebutuhan. Hal ini terkadang dimanfaatkan oleh segelintir para pelaku bisnis dengan menaikan harga barang jualannya. Tentu saja hal ini cukup merugikan kita. Nah, bila anda pelaku bisnis dan ingin usaha anda tetap berjalan lancar di tahap new normal, sebaiknya jangan memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Berpikirlah untuk masa depan bisnis anda.

Baca Juga: Saatnya Memacu Karir di Era New Normal Usai Karantina

Demikian beberapa hal yang mungkin bisa urbanese terapkan pada bisnis dimasa new normal ini. Masa-masa saat ini memang tidaklah mudah. Bukan hanya satu tapi banyak para pebisnis yang menyerah karena pandemi. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan new normal ini untuk bangkit membangun bisnis. Share artikel ini kepada para Urbanese lainnya, sebagai bentuk kepedulian anda terhadap para pebisnis di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu