Topik Serius Ini Yang Kami Bahas Bersama Sebelum Sepakat Untuk Menikah

Topik Serius Ini Yang Kami Bahas Bersama Sebelum Sepakat Untuk Menikah

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku karyawan swasta di Pangkal Pinang, Sumatera, sudah menikah selama 2 tahun. Sebelum menikah banyak sekali rintangan yang aku dan suamiku harus lalui. Butuh waktu yang cukup lama untuk saling beradaptasi, belajar saling memahami, sampai aku yakin dia adalah pasangan yang tepat untukku. 

Dalam mengatur keuangan, kami berbeda. Mungkin karena berbeda latar belakang pekerjaan. Aku biasa bekerja kantoran, sedangkan dia menjalankan bisnis. Dalam hal menyimpan uang, kami juga cukup berbeda. Aku terbiasa menabung di deposito sedangkan dia cryptocurrency. Sebenarnya kami sempat membicarakan keuangan hanya saja belum sejauh tentang bagaimana cara masing-masing mengelolanya. Hanya sebatas siapa yang akan mengelola keuangan saja. Sebelum menikah ada beberapa hal yang kami sudah diskusikan, dan akulah yang biasanya memulai obrolan. 

Selain keuangan, mental juga perlu dipersiapkan. Pacaran dan berumah tangga tidaklah sama. Ketika kita memutuskan menikah, sebaiknya tidak berekspektasi pada hal yang indah-indah saja. Banyak hal yang perlu dipikirkan seperti uang, kehidupan, impian bersama, dan harus bisa mengendalikan emosi. Tempat tinggal juga perlu didiskusikan. Karena setahuku tempat tinggal bisa menjadi salah satu pemicu pertengkaran dalam rumah tangga. Aku sempat tinggal di rumah mertua untuk sementara waktu sebelum kami mencari tempat tinggal sendiri, sambil belajar lebih mengenal karakter suamiku. 

Dari Jakarta, aku ikut suami pindah ke Pangkal Pinang. Kehidupan di tempat baru jauh berbeda. Aku yang sebelum menikah lebih senang ke mall, hidup enak, ketika menikah harus bisa lebih mandiri dan tidak banyak mengeluh.  Aku juga belajar mengontrol diri. Bagaimanapun suami tetaplah kepala keluarga. Kami harus bisa saling menghormati. Kami belajar untuk tidak mendominasi, tidak mementingkan keinginan diri sendiri apalagi sampai mengontrol pasangan. Sebelum memutuskan sesuatu hendaknya berdiskusi terlebih dulu. Aku belajar banyak dari teman-teman yang gagal berumah tangga disebabkan salah satunya lebih mendominasi, terlalu mengatur atas keinginan sendiri.

Yang terakhir adalah agama. Ini menjadi hal yang sering dilupakan saat mempersiapkan pernikahan. Perlu mencari pasangan yang takut akan Tuhannya, agar risikonya akan lebih kecil bagi dia untuk berbuat aneh-aneh. 

Baca Juga: STOP! Jangan Menikah Sebelum Diskusikan Hal Ini

Pacaran menjadi kesempatan untuk kenal lebih dekat seperti apa pasangan kita. Tidak perlu terburu-buru menikah, pastikan dulu kamu sudah menemukan pasangan yang tepat, punya visi dan misi yang sama. Jangan dengarkan kata orang yang menanyakan kapan menikah. Lebih baik fokus pada diri sendiri dan pasangan. Diskusikan rencana untuk masa depan. Menikah di usia 40 tahun pun tidak masalah, karena banyak hal perlu dipersiapkan dengan matang.

Sumber: Lola, 27 tahun, di Pangkal Pinang

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu