Urban women Heart to Heart Februari 2018

UW Event

Pada hari Sabtu 10 Februari 2018 yang lalu Urban Women kembali mengadakan kegiatan bulanan yaitu Urban Women Heart To Heart dengan tema “Seberapa Besar Wanita Bergantung pada Pria ?”. Hadir dalam acara tersebut Risa Ningrum salah satu Penulis di Urban Women yang menceritakan perjalanan kisah mandirinya ketika harus melewati pernikahan jarak jauh yang hingga saat ini di jalani bersama pasangannya. Menurut Risa menjalani pernikahan jarak jauh bukanlah sesuatu yang perlu di cemaskan. Melainkan sesuatu yang harus di syukuri, karena dari sinilah akhirnya membentuk diri menjadi perempuan mandiri.

Sejak pacaran selama 6 tahun Risa memang sudah terbiasa menjalani Long Distance Relationship (LDR) dengan pasangannya, jadi ketika ia memutuskan menerima pinangan dari kekasih yang sekarang telah menjadi suaminya tersebut ia sudah memikirkan dengan matang akan seperti apa pernikahan jarak jauh yang akan ia jalani bersama pasangannya. “Saya dan suami menjalani pernikahan LDR ini dengan enjoy, namun bukan berarti peran suami sebagai kepala rumaha tangga dan peran saya sebagai seorang istri tidak bisa berjalan karena kita LDR-an malah peran itu menjadi cukup besar kami berdua rasakan. Seperti misalnya di beberapa orang dalam pernikahannya yang tidak LDR-an seperti kami mungkin intensitas komunikasinya malah berkurang, perhatiannya juga malah terpecah karena yaaa…sering bertemu itu. Sedangkan kami yang menjalani pernikahan LDR intensitas komunikasi, perhatian malah lebih banyak, mungkin itu juga yang membuat pernikahan kami tetap baik” terang Risa.

Risa mengatakan bahwa selain komunikasi yang tetap terjaga dan peran masing-masing yang masih terus kita jalankan meski LDR, untuk saling mengisi kebutuhan antara satu dan yang lain. “Kami berdua memegang dan mengingat komitmen diawal pernikahan yaitu tetap menjalani hubungan ini, meski kedepannya tidak berjalan semulus apa yang di pikirkan. Namun kami selalu menemukan pemecahan masalah dan mencari solusi terbaik yang kami diskusikan tiap waktu dan tiap hari meski hanya dengan bersaranakan Video Call. Jadi, ketika konflik muncul di dalam pernikahan ini kami berdua siap dengan komitmen kami untuk melakukan langkah-langkah perjuangan demi menjaga hubungan ini. Bukan untuk saya saja atau dia saja tapi untuk kami berdua” tukasnya. Bagaimana agar tidak terlalu bergantung pada pasangan ? Risa mengatakan bahwa kita semestinya mengenali dulu apa yang kita butuhkan dari pasangan dan kita pun tahu apa yang pasangan kita butuhkan dari kita.

Cari tahunya dengan Komunikasi 2 arah dari situlah pada akhirnya kita jadi tahu kebutuhan masing-masing. Jadi tidak ada yang namanya salah satunya saja yang bergantung, tapi keduanya saling membutuhkan dan melengkapi satu dan yang lain. Dalam acara tersebut Gita salah satu peserta heart to heart mengatakan bahwa jika kita sebagai wanita yang mandiri dan independen besarnya kita bergantung pada pria setidaknya perlu ada penambahan sedikit. “Misalnya yang tadinya mungkin 40 persen saja kebergantungannya pada pria, mungkin bisa kita sesuaikan. Jadi mungkin yang tadinya saya bisa melakukan apapun sendiri, kemudian ketika saya memiliki pasangan tidak ada salahnya kok saya menunjukkan pada pasangan kalau saya membutuhkannya untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa saya lakukan, yang penting intinya “TIDAK TERLALU” bergantung agar mereka juga tidak mudah mengontrol kita.

Ini kita lakukan sebagai cara mengsiasati bahwa laki-laki itu sebenarnya diam-diam membutuhkan perhatian dari kita dan di egonya tersebut diri mereka dalam satu waktu senang bisa di andalkan oleh wanitanya. Dengan kita bersikap demikian bukan berarti harga diri kita langsung jatuh kok, melainkan saya lebih di hargai oleh pasangan” Terang Gita. Dewi yang juga menjadi peserta di Heart To Heart menambahkan bahwa dengan menjadi mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan pria, kita tetap butuh pria. “Siapa bilang cewek mandiri dan independen tidak butuh pria? Memang kelihatan dari luar seperti itu jika pertama kali pria melihatnya, namun saya sendiri tetap membutuhkan sosok pria di dalam kehidupan saya, untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada di diri saya, yang tidak saya miliki. Saya butuh kasih sayang, kelembutan dan perhatian dari Pria namun bukan berarti pria tersebut posesif melainkan lebih kepada memberikan rasa nyaman dan kasih sayang pada diri saya. begitupun sebaliknya” terangnya. Well Ladies, dari obrolan Heart To Heart kali ini kita pun sepakat bahwa seberapa besar wanita bergantung pada pria adalah mereka yang sebisa mungkin :

1. Tidak menggantungkan sepenuhnya hidup pada laki-laki, biasakan apa yang bisa dikerjakan sendiri kita kerjakan sendiri, tanpa perlu bergantung pada laki – laki jika memang kondisi pasangan sedang tidak berada di sisi kita. Semua keputusan semua hal jangan digantungkan hanya pada laki – laki, sehingga saat situasi sulit dan genting, kita sebagai perempuan bisa melakukan sendiri, bisa mengambil tindakan dan keputusan sendiri tanpa menunggu dari pasangan. Namun, bukan berarti perempuan terus merasa ‘bisa’ dan akhirnya meremehkan dan menyepelekan pasangannya, tetap hormati dan hargai pasangan tanpa ada rasa mengabaikan dan merendahkan, meskipun pada saat ini kita berada di posisi perempuan yang independent dan mandiri.

2. Menyesuaikan ketergantungan kita pada laki-laki bukan berarti menurunkan harga diri kita.

3. Bergantung pada pasangan tidak masalah asal kita sbg wanita tidak kehilangan jati diri dengan tetap melalkukan hal positif untuk diri kita dan utk org lain, dan jika suatu saat kita memang harus mengambil peran dalam keluarga kita tidak kewalahan karena terbiasa tidak terlalu bergantung pada pasangan. Ok, Ladies bagi kamu yang ingin join di UW Heart To Heart bulan depan, kamu dapat menghubungi nomor WA 0815 172 52 504 (Lina), kita akan kumpul kembali bertemu setiap hari Jumata atau Sabtu di Minggu ketiga di tiap bulannya. See You!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu