BOOKCLUB FEBRUARI 2020

UW Event
Pada hari Sabtu sore 15 Februari yang lalu, enam perempuan berkumpul membahas buku-buku yang sudah mereka baca. Tempatnya lucu dan nyaman, namanya The Learning Castle Indonesia, tempat belajar kanak-kanak.
Perempuan-perempuan ini membawa buku-buku dengan tema yang berbeda-beda namun khas. Terlebih karena salah seorang di antaranya, Visya, adalah penulis buku berjudul Bunda Sarjana Rumah Tangga.
Pembahasan diawali oleh Wan Tien dengan buku The $100 Startup oleh Chris Guillebeau. Buku ini menunjukkan bagaimana kita bisa memulai usaha sendiri tanpa harus bermodal besar. Kita tidak perlu pasang tujuan muluk-muluk, yang penting cermat mencari kesempatan untuk berbisnis, cermat membuat hobi yang bisa menjadi uang, dan cermat melihat proses serta barang-barang khusus yang diinginkan oleh orang lain. Intinya memulai usaha sendiri itu tidak sesulit yang dipikirkan selama ini.
Buku kedua yaitu 90 Days Mission Mom-possible — Ruang Berkarya Ibu, dibawa oleh Visya. Buku ini mengetengahkan bakat tersembunyi ibu-ibu rumah tangga yang bisa ditetaskan dari rumah hanya jika ibu-ibu mau mengenali bakat mereka dan mengembangkan setapak demi setapak. Yes, ibu rumah tangga pun masih bisa berkarya dari rumah di luar urusan rumah dan keluarga. Buku ini melampirkan juga tes bakat agar pembaca mengenali bakat mereka dan apa yang bisa mereka kerjakan di rumah. Buku ini menarik bagi ibu-ibu rumah tangga yang tidak yakin dapat memulai sesuatu.
Berikutnya buku Nice Girls Don’t Get the Corner Office 101, oleh Lois P Frankel, yang dibawa oleh Wirda berbicara tentang hal-hal di kantor yang biasa terjadi pada perempuan pekerja.  Semua yang dilakukan dengan niat baik tapi malah menghambat kenaikan karier, seperti terlalu sering bilang terima kasih dan maaf yang berlebihan, mengerjakan semua tugas tambahan yang bukan pada tempatnya, tidak berani mengeluarkan pendapat dan ide secara lugas dalam meeting, dan hal-hal lainnya.
Buku Encore oleh Laily Lanisy yang dibawa oleh Melati adalah buku fiksi tentang percintaan antara seorang gadis yang mempunyai penyakit ganas yang bertemu pasangannya di saat saat terakhir hidupnya. Pergolakan batin dan penolakan banyak dilakukan karena sadar hubungan itu tidak akan ke mana-mana. Pasangan ini lantas berpisah beberapa lama, sampai sang laki-laki sudah berkeluarga bersama perempuan lain  bertemu kembali dengan perempuan mantan kekasihnya yang sakit itu. Nah… detailnya bisa langsung dibaca dari bukunya ya…
Buku Gods of Jade & Shadow oleh Via Moreno Garcis dibawa oleh Flo,  juga buku fiksi.  Bercerita tentang perjalanan seorang perempuan bernama Casiopea bersama Tuhan dari suku Mayan. Dalam perjalanan bersama Tuhan itu Casioepa belajar tentang tanggungjawab, keberanian, juga tentang prinsip-prinsip humanis seperti empati dan cinta.
The Things You Can Only See When You Slow Down oleh Haemin Sunim, buku terakhir, dibawa oleh Indry. Buku ini ditulis berdasarkan filosofi agama Buddha yang memberi petunjuk untuk memiliki hidup sejahtera dan bahagia dengan cara menjalani hidup dengan lebih pelan. Haemin Sunim menekankan pentingnya menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang lain, dan berbelas kasih serta memaafkan diri sendiri.
Pertemuan Book Club kali ini berakhir dalam waktu kurang lebih dua jam. Tanpa terasa waktu berjalan cepat. Terlebih karena seluruh partisipan hari ini sangat aktif dan  mempunyai opini-opini pribadi yang sangat bagus.
Untuk kalian yang penasaran Book Club ini seperti apa, bisa ikut acara berikutnya di bulan Maret. Dijamin seru, terutama bagi para book lovers.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu