Summary Urban Women Heart to Heart Juli 2018

UW Event

Pada 14 Juli 2018 lalu kami kembali mengadakan Urban Women Heart To Heart. Disini kami saling sharing dan menggali tentang makna bekerja versi masing-masing berdasarkan pengalaman pribadi.

8 peserta hadir pada acara tersebut dari beragam profesi. Dari mulai Ibu rumah tangga yang merangkap sebagai instruktur Yoga hingga kepala keuangan, Managing trainer, guru, aktivis public campigne, content digital hingga Lawyer turut hadir mengikuti sessi Urban Women Heart To Heart edisi kali ini.

Kami mendapatkan insight tentang makna bekerja dengan sudut pandang berbeda dari berbagai profesi.

Citra yang kini berprofesi sebagai seorang Lawyer menyebut bahwa dulu ketika awal bekerja dirinya tidak pernah kepikiran akan menemukan pekerjaan yang sesuai passionnya kini. karena dulu ia bekerja pada profesi yang orangtuanya mau. Karena kegigihannya ingin bisa mendapatkan karir yang sesuai passionnya, ia pun memilih untuk melanjutkan studi lagi untuk mengambil program kuliah yang sesuai dengan passionnya dan akhirnya hingga kini ia bisa membuktikan bahwa bekerja sesuai passion membuat ia lebih nyaman dan produktif dari pekerjaan sebelumnya.

Lain halnya dengan Risa ia mengatakan bahwa, bekerja adalah bagian dari passionnya, maka sudah dari dulu ia senang dengan pekerjaan yang lebih bersifat pengawasan dan pengecekan finance report karena profesinya sebagai Head Of Finance yang mengarahkannya untuk melakukan pekerjaan tersebut dan ia passionate di pekerjaan tersebut.

Tria salah satu peserta UW Heart To heart juga pernah memiliki pengalaman bimbang memilih pekerjaan mana yang ingin ia pilih. Di satu sisi ia ingin membahagiakan orangtuanya yang menginginkannya bekerja sebagai dokter namun ia tidak passion pada pekerjaan tersebut. Kini ia memilih pekerjaan sebagai content digital karena menurutnya pekerjaan tersebut adalah passionnya. Menurutnya meski gajinya tidak sebesar dokter namun ia cukup bahagia karena bisa bekerja di bidang media kreatif yang membuatnya terus berkembang secara skill dan mental. “Walau kadang suka sedih sih kalau berpikir keinginan orangtua yang belum sempat di wujudkan namun ia berusaha membuktikan bahwa karir sebagai content digital adalah pilihannya untuk melangkah lebih baik” terang Tria.

Beberapa peserta lainnya Febri, Dian, Luluk, Eka dan Lala juga memiliki cerita yang hampir sama intinya. Namun mereka kini sudah menetapkan hati dan memilih pekerjaan saat ini adalah telah sesuai dengan passion yang mereka minati. Karena menurutnya bekerja dengan passion akan membangkitkan semangat yang hasilnya bekerja dengan hati dan jiwa yang tidak akan membuat kita mengeluh berkepanjangan.

Di akhir sessi kami sepakat bahwa makna bekerja sejatinya adalah :

1. Ketika awal merintis karir/bekerja kebanyakan kami memang berfokus untuk mencari uang tambahan, mencari pengalaman sebanyak-banyaknya untuk mencari tahu passion sebenarnya. Di posisi ini kami fokus pada besar gaji yang kami gunakan untuk memanjakan diri sendiri, berbagi dan mengembangkan diri.

2. Ketika pola pikir kami bertumbuh ke arah dewasa seiring pengalaman yang sudah cukup, makna bekerja pun semakin terbentuk dan mengerucut. Uang sudah mulai kami pikirkan untuk investasi, membahagiakan orangtua mencapai mimpi orangtua dan mimpi kami untuk memiliki sesuatu yang bernilai (rumah, kendaraan, wisata religi untuk orangtua dan berbagi dengan sesama).

3. Semakin banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapat di pekerjaan sebelumnya, fokus kami pun akhirnya mengarah lagi ke tingkatan selanjutnya. Di posisi ketiga ini, fokus kami bukan lagi sepenuhnya pada uang/berapa salary/fee-nya tetapi lebih kepada pengalaman, pembelajaran hidup, pengembangan karakter diri, pola pikir dan peningkatan kemampuan atau skill sebagai bagian aktualisasi diri ke arah yang lebih baik.

Di posisi ini sebagian dari kami sedikit banyak memilih rasa nyaman dalam bekerja berdasarkan passion. Karena bagi kami bekerja dengan passion akan membentuk keikhlasan dalam bekerja, hingga akhirnya menghasilkan kerja produktif. Begitu pula sebaliknya ketika bekerja tidak dengan hati dan jiwa maka hasilnya kuang berdampak baik ke diri sendiri maupun dalam pekerjaan.

4. Bekerja merupakan salah satu fase hidup yang menjembatani kami untuk mencapai passion dan mimpi, serta mencapai dan melihat kebahagiaan diri sendiri sekaligus kebahagiaan orang-orang yang kami cintai dirumah.

Point pembelajaran yang kami dapatkan dari UW Heart To Heart kali ini adalah : Bahwa semua orang dg profesi/pekerjaan yang dijalaninya pasti pernah merasakan ketidaknyamanan ketika bekerja. Namun, yang membedakan adalah semangat, kerja keras dan cara kita beraksi terhadap Masalah /kendala di tempat kita bekerja lagi-lagi kembali itu pilihan jika menurut kita, kita masih bisa berkembang dan belajar banyak di tempat tersebut tidak ada salahnya untuk memilih survive selama kita menjalaninya merasa nyaman. Karena bagaimanapun dan dimana pun tidak ada pekerjaan yang benar-benar membuat kita nyaman melainkan diri kita sendirilah yang membuatnya terasa nyaman

Yang terpenting tetap fokus pada tujuan kita bekerja yaitu untuk ‘kerja benar, kerja baik, kerja ikhlas serta konsisten dengan apa yang kita lakukan adalah baik dan sesuai standar kita dalam bekerja. Jadikan pekerjaan adalah ibadah pada Tuhan agar segalanya menjadi ringan dikerjakan

Bagi Urbanesse yang ingin menjadi anggota Urban Women dan ingi mengikuti kegiatan kami, dapat menghubungi nomor WhatsApp di 0815-172-52-504, bebas biaya pendaftaran Ladies. Yuk, bergabung dan menjadi inspirasi untuk semua perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu