Notice: fwrite(): write of 571 bytes failed with errno=122 Disk quota exceeded in /home/urbanwom/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 43
Wajarkah Bila Merasa Cemas Menghadapi New Normal? – Urban Women

Wajarkah Bila Merasa Cemas Menghadapi New Normal?

Blog

Urbanwomen – Saat pertama kali diminta untuk diam di rumah saja karena pandemi Covid-19, kita merasa cemas dan berharap dapat kembali ke kehidupan normal. Pergi keluar rumah bertemu orang-orang, bahkan berjabat tangan. Kini setelah hampir 3 bulan diam di rumah, kita akan segera menghadapi kenormalan baru atau new normal. termasuk kembali bekerja di kantor.

New normal sendiri merupakan fase saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan oleh pemerintah dan masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas sesuai protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin Covid-19. Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang dilanda kecemasan untuk melanjutkan hidup kembali pada rutinitas normal. Kita belum bisa membayangkan perubahan apa yang terjadi saat bekerja kembali di kantor, termasuk perjalanan menggunakan kendaraan umum ke kantor.

Apa yang membuat kita merasa cemas menghadapi kenormalan baru ini?

Selama berbulan-bulan kita merasa dalam situasi ketidakpastian yang membuat kita tertekan. Kita terjebak dalam respon stres yang tinggi dan ini menimbulkan rasa lelah dan sedih. Bahkan menurut Dr. Karen, psikolog klinis dan direktur pelaksana The Anxiety mengatakan perasaan ini tidak akan hilang begitu saja ketika akhirnya kita diperbolehkan kembali keluar rumah, tetapi tetap harus menerapkan penjagaan jarak sosial karena pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Inilah alasan kenapa melanjutkan rutinitas normal tidak membuat kita merasa lebih baik.

Ketika berada di rumah saja, kita dapat mengontrol kondisi sehingga merasa lebih aman. Sementara kembali bekerja dan pergi keluar rumah membuat kita menjadi tidak berdaya. Meski merasa bosan selama masa karantina Dr David Rosmarin mengatakan bahwa berada di rumah dan bekerja dari rumah membuat beberapa orang bisa lebih banyak beristirahat dan berinteraksi dengan kenormalan baru, hal ini tentu sangat wajar.

Saya merasa khawatir ketika berada di tengah kerumunan orang, mengapa begitu?

Seperti yang sudah dibahas di paragraf di atas, berada di rumah saja membuat anda merasa lebih aman. Ketika harus kembali bekerja di kantor dan merasakan kembali perjalanan dari rumah ke kantor akan membuat anda malas dan tak nyaman, apalagi dalam situasi seperti ini. Belum lagi jika anda harus naik kendaraan umum sehingga membuat anda terpaksa bertemu banyak orang asing. Tentu saja kita akan dipaksa berinteraksi dengan cara baru saat berada di area publik, seperti memakai masker, tidak banyak bicara, dan saling menjaga jarak. Bahkan para ilmuwan memperkirakan bahwa penjagaan jarak sosial akan terus diterapkan sampai vaksin Covid-19 ini berhasil ditemukan, artinya ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Apa cara terbaik untuk mengatasi kecemasan ini?

Ketika harus melanjutkan rutinitas di luar rumah, kita harus berusaha meminimalisirkan kecemasan tersebut karena jika tidak akan membuat hidup anda lebih sulit. Hal ini bertujuan untuk berpura-pura bahwa kecemasan ini tidak ada, melainkan untuk menerima bahwa kondisi ini memang nyata dan anda harus menghadapinya. untuk meredakan rasa cemas, cobalah untuk melakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau berdoa untuk meredakan perasaan tertekan.

Baca Juga: Pentingnya Kesadaran diri saat New Normal Berlaku

Saat kembali bekerja dan keluar rumah, perasaan tidak nyaman akan menjadi bagian dari kenormalan baru untuk beberapa waktu. Krisis ini telah menunjukan kepada kita bahwa normal berarti kita adalah manusia yang berjuang dengan tantangan, dan hal itu wajar untuk setiap kehidupan.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu