Kekerasan Bisa Terjadi Saat Pacaran

Waspadai, Kekerasan Bisa Terjadi Saat Pacaran!

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Kekerasan tak hanya terjadi di dalam pernikahan. Bahkan sejak masa pacaran, kekerasan bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Sayangnya, banyak wanita tidak menyadari bahwa ia sedang terjerat kekerasan dalam pacaran dan malah sering disalahartikan sebagai bentuk kasih sayang dan rasa peduli dari pasangan!

Menurut Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional Tahun 2016 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), 42,7% perempuan yang belum menikah pernah mengalami kekerasan. Sedangkan Data SIMFONI PPA Tahun 2017 mencatat bahwa dari 10.847 pelaku kekerasan pada perempuan, 2.090 diantaranya adalah pacar.  

Kekerasan dalam pacaran hadir dalam berbagai bentuk mulai dari yang mudah dikenali secara fisik hingga yang tidak kasat mata karena bersifat kekerasan emosional. Lalu, apa saja sih bentuk kekerasan dalam pacaran? Menurut KemenPPA, kekerasan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 5 jenis yaitu:

  1. Kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang, mendorong, mencekram dengan keras pada tubuh pasangan dan serangkaian tindakan fisik yang lain.
  2. Kekerasan emosional atau psikologis seperti mengancam, memanggil dengan sebutan yang mempermalukan pasangan menjelek-jelekan dan lainnya.
  3. Kekerasan ekonomi seperti meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya seperti memanfaatkan atau menguras harta pasangan.
  4. Kekerasan seksual seperti memeluk, mencium, meraba hingga memaksa untuk melakukan hubungan seksual dibawah ancaman.
  5. Kekerasan pembatasan aktivitas oleh pasangan banyak menghantui perempuan dalam berpacaran, seperti pasangan terlalu posesif, terlalu mengekang, sering menaruh curiga, selalu mengatur apapun yang dilakukan, hingga mudah marah dan suka mengancam.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan jika orang terdekat kita terjerat kekerasan dalam hubungan?

Kita bisa membantu mereka dengan memberikan dukungan dan meyakinkan ia untuk berani keluar dari hubungan tersebut. Kita harus berani untuk menentang segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan. Kita juga bisa membantu dengan mendampingi mereka mengakses bantuan profesional seperti psikiater atau psikolog jika dibutuhkan. 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu